Hasil TKA 2026 Rilis: Partisipasi Tembus 98%, Rerata Nilai Matematika Jadi Evaluasi Besar!

GuruBelajar.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tingkat SD/MI dan SMP/MTs sederajat pada Senin (26/5). Evaluasi massal ini mencatatkan tingkat partisipasi yang luar biasa tinggi, yakni mencapai 98,12% pada jadwal utama.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menegaskan bahwa hasil TKA tahun ini berhasil menghimpun big data pendidikan yang sangat kaya dan strategis untuk memetakan mutu pendidikan dari level provinsi hingga ke kategori kompetensi individu tiap murid.
Komparasi Angka & Realita Capaian Nasional
Berdasarkan data statistik yang dirilis, terdapat ketimpangan performa yang cukup mencolok antara kemampuan literasi membaca (Bahasa Indonesia) dengan kemampuan numerasi (Matematika) di kedua jenjang:
| Jenjang Pendidikan | Rerata Bahasa Indonesia | Rerata Matematika | Status Partisipasi Siswa |
|---|---|---|---|
| SD / MI Sederajat | 60,14 | 43,41 | Jadwal Utama: 8.708.891 Murid Ikut |
| SMP / MTs Sederajat | 60,83 | 40,34 | Jadwal Susulan: 463.533 Murid Ikut |
Rendahnya angka rerata Matematika (berada di bawah skala 50) menjadi alarm keras bagi ekosistem pendidikan. Toni Toharudin menyebut hal ini sebagai sinyal penting untuk mereformasi metode pembelajaran harian di kelas.
“Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” tutur Toni.
Bukan Alat Pelabelan, Melainkan Refleksi Deskriptif
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik), Rahmawati, menjelaskan bahwa TKA 2026 menggunakan sistem penskoran klasik skala 0–100. Namun, pengumuman nilai kini dimodifikasi dengan menyertakan kategori capaian dan deskripsi kemampuan konkret.
Dengan pendekatan ini, jika seorang anak masuk dalam kategori tertentu (misalnya “Memadai”), orang tua dan guru dapat membaca lembar panduan secara spesifik tentang materi apa saja yang sudah dikuasai anak dan indikator apa yang masih perlu intervensi. TKA diarahkan murni sebagai instrumen refleksi, bukan alat untuk memberi label buruk pada sekolah atau daerah tertentu.
Integrasi Otomatis ke Jalur Prestasi SPMB via Web Service
Salah satu lompatan birokrasi paling progresif pada TKA 2026 adalah pemanfaatannya dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang berikutnya. Hasil TKA akan langsung dikunci sebagai salah satu komponen utama dalam seleksi jalur prestasi.
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menjelaskan teknis integrasinya:
- Tanpa Unggah Manual: Data SHTKA (Sertifikat Hasil TKA) diintegrasikan langsung dengan sistem SPMB melalui API dan Web Service. Sekolah tujuan atau murid tidak perlu lagi mengunggah berkas secara manual.
- Komponen Nilai Gabungan: Nilai TKA akan dikombinasikan secara adil bersama akumulasi nilai rapor dan portofolio capaian prestasi siswa lainnya untuk menghasilkan seleksi yang objektif dan transparan.
Alur Distribusi SHTKA
Pengumuman dilakukan bertahap sejak 26 Mei 2026 pukul 13.00 WIB. Dinas Pendidikan dan Kanwil akan menerima Daftar Kolektif Hasil TKA terlebih dahulu. Setelah data peserta diverifikasi ulang oleh satuan pendidikan, sekolah dapat langsung mencetak Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) untuk dibagikan kepada masing-masing murid.