SKB 7 Menteri 2026: Atur Digital Wellness dan Bahaya Screen Time 7 Jam

@ Gambar dari Kemenko PMK

GuruBelajar.com — Menko PMK Pratikno meluncurkan peringatan serius saat meresmikan SKB 7 Menteri di Jakarta (12/3/2026). Ia menyoroti fakta mengkhawatirkan bahwa rata-rata screen time (waktu di depan layar) anak Indonesia kini mencapai 7,5 jam lebih, yang mengakibatkan menyusutnya green time (waktu beraktivitas di alam dan interaksi sosial). SKB ini hadir bukan untuk menghalangi teknologi, melainkan memastikan teknologi memberdayakan, bukan memperdayakan generasi muda.

Ancaman Kognitif dan Mental

Pemerintah mengidentifikasi risiko nyata jika teknologi digital dan AI digunakan tanpa mitigasi:

  • Pelemahan Otak: Ketergantungan pada alat bantu digital yang berlebihan dapat melemahkan aktivitas otak dan daya kritis.
  • Kesehatan Mental: Lonjakan gangguan mental pada remaja diduga kuat dipicu oleh paparan konten digital yang tidak terkontrol.
  • Kehilangan Kemampuan Reflektif: AI dapat membuat siswa berhenti berpikir secara mendalam jika hanya mengandalkan jawaban instan.

Dua Prinsip Utama SKB:

  1. Bijak Cerdas Berdigital & Ber-AI: Penggunaan teknologi yang etis dan aman.
  2. Digital Wellness (Kesejahteraan Digital): Menjaga keseimbangan antara dunia digital dengan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan kreativitas nyata.

Jangan Biarkan Smartphone Jadi Pengasuh Anak

Pesan paling kuat dari Menko PMK ditujukan kepada para orang tua. Meskipun sekolah menerapkan aturan ketat, keluarga tetap menjadi benteng pertama.

“Pengasuh anak adalah orang tua, bukan digital. Jangan sampai smartphone menggantikan peran kita dalam mendampingi tumbuh kembang mereka,” tegas Pratikno.

SKB ini memberikan panduan konkret hingga ke level pendidikan informal (keluarga) agar orang tua menjadi pendamping aktif, bukan sekadar pengawas pasif.

Sumber: https://www.kemenkopmk.go.id/kemenko-pmk-koordinasikan-penetapan-skb-7-menteri-tentang-pemanfaatan-teknologi-digital-dan-ai-di

You may also like...