Respons UNESCO Terhadap Krisis Lebanon: Pendidikan Jadi “Jembatan” Kesehatan Mental di Tengah Konflik

@ Gambar dari UNESCO
GuruBelajar.com — Di tengah ketidakpastian dan gangguan akibat konflik yang berkepanjangan di Lebanon, UNESCO mengambil langkah nyata untuk melindungi kesejahteraan mental para pelajar, guru, dan orang tua. Menyadari bahwa trauma konflik dapat menghambat masa depan generasi muda, UNESCO merilis panduan khusus untuk membangun ketahanan (resilience) dan dukungan psikologis bagi komunitas sekolah.
Pembaruan terbaru pada 11 Maret 2026 ini menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan ruang aman yang memberikan stabilitas di masa krisis.
Tiga Pilar Dukungan UNESCO:
- Untuk Siswa Kalian Tidak Sendirian. Anak-anak didorong untuk mengekspresikan ketakutan dan kesedihan mereka melalui media yang terapeutik. Media terapeutik adalah alat, teknik, atau sarana yang digunakan oleh tenaga kesehatan untuk memfasilitasi komunikasi, menurunkan kecemasan, dan mempercepat penyembuhan emosional maupun fisik pasien. Contohnya meliputi media sosial untuk edukasi, video pembelajaran, serta komunikasi verbal/non-verbal yang direncanakan untuk membangun kepercayaanSiswa diharpakan dapat menggambar, menulis jurnal, berinteraksi dengan teman sebaya, dan melakukan latihan fisik ringan guna menjaga kesehatan mental.
- Untuk Guru – Jembatan Ketahanan. Di tengah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan, guru tetap menjadi sosok kunci penenang. Guru dapat melakukan pengecekan kondisi siswa secara rutin (check-ins), mendengarkan aktif, dan memandu aktivitas relaksasi. UNESCO juga menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan mental guru itu sendiri sebagai prioritas.
- Untuk Orang Tua – Penyokong Utama. Peran orang tua sangat krusial dalam menciptakan rasa aman di tengah pengungsian. Orang tuda dapat menjaga rutinitas harian sesederhana mungkin untuk memberikan rasa normal bagi anak, serta memastikan kesehatan mental mandiri agar tetap kuat mendukung keluarga.
UNESCO menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi seluruh guru di Lebanon atas dedikasi tanpa batas mereka dalam merawat harapan di tengah keterbatasan.
Sumber: https://www.unesco.org/en/articles/supporting-students-teachers-and-parents-times-conflict-lebanon