Rapor Pendidikan Pemda 2026: Fokus Baru pada Literasi Buku, Kesiagaan Bencana, dan Pemisahan Filter Satuan Keagamaan

@ Gambar dari Kemendikdasmen
GuruBelajar.com – Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2026 untuk Pemerintah Daerah. Per Maret 2026, platform ini tidak hanya menambah indikator substansial mengenai sarana fisik, tetapi juga meningkatkan fungsionalitas data melalui pemisahan filter satuan pendidikan keagamaan. Pembaruan ini bertujuan agar Pemerintah Daerah dapat menyusun kebijakan penganggaran dan intervensi pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis risiko wilayah.
2 Indikator Baru untuk Pemetaan Wilayah:
1. Ketersediaan Buku Pendidikan (E.6) Pemerintah Daerah kini dapat memantau distribusi buku di wilayahnya secara mendetail:
- Buku Teks Utama (E.6.1): Memastikan seluruh sekolah di daerah memiliki sumber belajar wajib yang memadai.
- Buku Non-Teks (E.6.2): Memetakan ketersediaan buku bacaan tambahan untuk meningkatkan indeks literasi daerah.
2. Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim (D.18) Indikator ini sangat krusial bagi daerah rawan bencana di Indonesia:
- SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana): Mengukur manajemen penanggulangan bencana dan ketersediaan sarana keselamatan di sekolah-sekolah di bawah naungan Pemda.
- Respon Iklim: Memotret pemahaman warga pendidikan dan kebijakan lokal terhadap perubahan iklim serta integrasinya dalam pembelajaran.
Pembaruan Fitur: Filter Satuan Pendidikan Keagamaan
Untuk meningkatkan akurasi data, platform Rapor Pendidikan Pemda kini menyediakan Pemisahan Filter bagi satuan pendidikan keagamaan (seperti Madrasah, dll) di semua jenjang. Hal ini dapat memudahkan Pemda dan instansi terkait (seperti Kantor Wilayah Kemenag) untuk melihat capaian mutu secara spesifik per kelompok satuan pendidikan tanpa tercampur, baik di tampilan platform maupun pada file unduhan Excel.
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di: s.id/PembaruanRaporSatdik