Kolaborasi Bersejarah: UNESCO dan UN Tourism Teken Kesepakatan Global Pariwisata Berkelanjutan 2026

@ Gambar dari UNESCO
GuruBelajar.com — Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, dan Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nuwais, resmi menandatangani perjanjian kerja sama baru pada 18 Maret 2026 di Paris. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memajukan pariwisata dunia yang lebih inklusif, tangguh, dan berbasis pelestarian warisan budaya.
Aliansi ini bertujuan menjadikan pariwisata sebagai kekuatan nyata untuk perubahan hidup masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta perlindungan warisan alam dan budaya.
Poin Utama Kerja Sama UNESCO – UN Tourism:
1. Jalur Pariwisata Transnasional (Silk Roads) Fokus utama kemitraan ini adalah pengembangan rute pariwisata lintas negara, termasuk Jalur Sutra yang bersejarah. UN Tourism akan mendukung koordinasi antar destinasi, sementara UNESCO memberikan keahliannya di bidang budaya dan warisan dunia.
2. Mobilisasi Jaringan Global UNESCO akan mengerahkan seluruh aset globalnya untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, yang meliputi:
- Situs Warisan Dunia (World Heritage sites)
- Kota Kreatif (Creative Cities)
- Cagar Biosfer dan Geopark Global
- Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage)
3. Pendidikan dan Pengembangan Kapasitas Kemitraan ini akan memperluas program pendidikan yang menghubungkan pariwisata dengan konservasi warisan budaya dan industri kreatif. Tujuannya adalah membangun ketangguhan ekonomi lokal yang berbasis pada martabat komunitas.
4. Implementasi di Tingkat Negara Perjanjian ini mencakup program tingkat negara, proyek percontohan, serta platform berbagi pengetahuan (knowledge-sharing) yang dirancang untuk memberikan dampak terukur bagi negara-negara anggota.
“Bersama-sama, kita dapat berkolaborasi dengan komunitas untuk melindungi warisan budaya dan alam mereka… memperjuangkan pariwisata yang lebih inklusif dan berakar pada kebutuhan setiap komunitas.” — Khaled El-Enany, Dirjen UNESCO.