Dunia Pendidikan Berduka: Serangan Militer di Iran Hantam Sekolah, Internasional Layangkan Protes Keras

@ Gambar dibuat oleh AI
GuruBelajar.com – Federasi guru dunia, Education International (EI), menyampaikan kutukan keras atas serangan militer baru-baru ini yang menyasar wilayah Iran. Laporan menyebutkan bahwa serangan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur kota, tetapi juga menghantam dua fasilitas pendidikan: Sekolah Dasar Shajare Tayyiba dan sebuah sekolah lainnya di Teheran.
Sekolah Bukan Medan Perang
EI menegaskan bahwa anak-anak, guru, dan bangunan sekolah tidak boleh dijadikan target militer dalam kondisi apa pun. Pemboman terhadap institusi pendidikan dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.
“Kematian dan luka-lukanya siswa serta pendidik adalah tragedi yang tidak dapat ditoleransi,” tulis pernyataan resmi EI. Organisasi ini menyuarakan pesan dari anggota mereka di lapangan, Dewan Koordinasi Asosiasi Perdagangan Guru Iran (CCITTA), yang mendesak penghentian segera segala tindakan yang membahayakan warga sipil.
Seruan Perlindungan Ruang Belajar
Sebagai perwakilan pendidik dan serikat pekerja global, EI mengajukan tuntutan kepada komunitas internasional:
- Hentikan Segera: Mendesak penghentian penggunaan kekuatan militer yang menargetkan infrastruktur sipil.
- Sekolah sebagai Zona Aman: Menjamin perlindungan sekolah sebagai ruang aman untuk belajar, bukan medan tempur.
- Hak Demokrasi: Mendukung hak rakyat Iran untuk mencari solusi damai dan demokratis bagi negara mereka tanpa intervensi kekerasan.
EI berkomitmen untuk terus mengadvokasi dunia yang adil, di mana sekolah tetap menjadi tempat yang penuh sukacita dan pertumbuhan, bukan lokasi pertumpahan darah.