Kemendikdasmen Targetkan 21 Ribu Anak Putus Sekolah Siap Kerja dan Berwirausaha di 2026

GuruBelajar.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui jalur pendidikan nonformal. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan lebih dari 21.000 anak tidak sekolah (ATS) untuk mendapatkan pelatihan intensif agar siap masuk ke dunia kerja atau membangun usaha mandiri.

Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikdasmen resmi merilis Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026.

Fokus Utama: Kesiapan Kerja dan Kemandirian Ekonomi

Program ini dirancang khusus bagi masyarakat yang tidak sedang sekolah dan pengangguran agar memiliki daya saing tinggi. Berikut adalah rincian target sasarannya:

  • Program PKK: Menargetkan 12.780 peserta (usia 17–25 tahun). Fokus pada pelatihan berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri terkini.
  • Program PKW: Menargetkan 8.730 peserta (usia 15–25 tahun). Fokus pada pengembangan jiwa kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.

Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah memberikan prioritas lebih bagi kelompok masyarakat di wilayah yang sulit terjangkau.

“Tahun 2026, fokus kami diarahkan pada wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, daerah tertinggal (3T), wilayah pascabencana, serta afirmasi khusus untuk wilayah Papua,” ujar Yaya dalam peluncuran daring, Selasa (3/2).

Standar Ketat bagi Lembaga Penyelenggara

Demi menjamin kualitas lulusan, Kemendikdasmen menetapkan kriteria ketat bagi lembaga kursus yang ingin berpartisipasi. Beberapa syarat utamanya antara lain:

  1. Memiliki izin operasional sah dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
  2. Telah beroperasi minimal satu tahun.
  3. Instruktur wajib memiliki sertifikat kompetensi atau pengalaman profesional di dunia industri.

Selain pelatihan teknis, peserta Program PKW juga akan mendapatkan bantuan berupa alat usaha dan pendampingan agar usaha yang dirintis dapat berkelanjutan.

Kolaborasi dengan Industri

Yaya menekankan pentingnya sinergi antara lembaga penyelenggara dengan mitra industri dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini mencakup penyusunan kurikulum, proses magang, hingga penempatan kerja bagi para lulusan.

Diharapkan, program ini menjadi jembatan nyata bagi anak-anak Indonesia yang putus sekolah untuk kembali meraih masa depan yang produktif dan sejahtera.

Informasi Lebih Lanjut: Masyarakat dan calon lembaga penyelenggara dapat mengunduh Juknis Program PKK dan PKW 2026 melalui laman resmi: kursus.kemendikdasmen.go.id.

Sumber: https://kemendikdasmen.go.id/berita/14673-kemendikdasmen-targetkan-lebih-dari-21-ribu-anak-putus-sekolah-siap-kerja-dan-berwirausaha-pada-2026

You may also like...