Parlemen Inggris Selidiki Dampak AI & EdTech: Peluang atau Ancaman bagi Pendidikan?

@ Gambar dihasilkan oleh AI

GuruBelajar.com — Komite Terpilih Pendidikan (Education Select Committee) lintas partai di Parlemen Inggris resmi selidiki peran kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pendidikan (EdTech). Langkah ini diambil guna memetakan peluang sekaligus tantangan besar yang dibawa oleh teknologi terhadap seluruh sistem pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah, kolej, hingga universitas.

Potensi Terbesar dalam 500 Tahun

Penyelidikan ini muncul setelah pernyataan Menteri Pendidikan Inggris, Bridget Phillipson, yang menyebut bahwa AI bisa menjadi “dorongan terbesar bagi pendidikan dalam 500 tahun terakhir.” Namun, ia juga menekankan bahwa potensi luar biasa ini harus dibarengi dengan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan implementasinya berjalan dengan benar.

Data dari survei School’s Week menunjukkan bahwa transformasi ini sudah terjadi di lapangan: 60% guru kini telah menggunakan AI untuk keperluan pekerjaan, dengan lebih dari seperlima di antaranya memanfaatkannya setiap hari.

Fokus Penyelidikan: Keterampilan, Keadilan, dan Keamanan

Para anggota parlemen (MPs) akan meneliti beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Pembentukan Keterampilan: Bagaimana AI mengubah cara belajar dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan berbicara (oracy).
  • Kesenjangan Digital: Risiko penggunaan AI yang justru memperlebar ketimpangan antar siswa serta upaya pendampingan agar siswa menggunakan AI secara aman dan bertanggung jawab.
  • Hak Digital Anak: Menyeimbangkan hak privasi anak dengan hak partisipasi mereka, serta mewaspadai risiko fitur desain yang adiktif dan masalah keamanan (safeguarding) dari alat AI yang berkembang pesat.
  • Dukungan untuk Tenaga Pengajar: Mengeksplorasi apakah guru dan dosen mendapatkan dukungan yang cukup untuk menggunakan teknologi ini secara efektif dan bagaimana EdTech memengaruhi metode penilaian tradisional.

Memisahkan Fakta dari Fiksi

Ketua Komite Pendidikan, Helen Hayes MP, menyatakan bahwa alat-alat ini mewakili peluang luar biasa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengefisiensikan beban kerja guru yang padat.

“Namun, ada risiko besar jika teknologi yang berkembang pesat ini diterapkan tanpa pengambilan keputusan berbasis nilai atau kerangka evaluasi yang jelas,” ujar Hayes. “Penyelidikan kami akan melihat bukti secara mendalam dan memisahkan fakta AI dari fiksi.”

Selain penyelidikan ini, Parlemen Inggris juga tengah mengkaji dampak screentime (waktu layar) dan keamanan daring, seiring dengan konsultasi pemerintah mengenai rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Sumber: https://committees.parliament.uk/work/9642/the-use-of-artificial-intelligence-and-edtech-in-education/news/212112/ai-and-edtech-mps-launch-new-inquiry-examining-technologys-role-in-education/

You may also like...