Akselerasi Mutu Pendidikan, Kemendikdasmen Targetkan 1.000 Sekolah Model PM dan KKA di Tahun 2026

GuruBelajar.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan sosialisasi Mekanisme Seleksi Calon Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada Senin (19/1/2026). Program ini dirancang untuk menjawab tantangan besar pendidikan nasional, mulai dari ketertinggalan skor PISA hingga kesenjangan talenta digital yang mencapai 400.000 hingga 500.000 orang per tahun.

Kepala Bagian Program dan Pelaporan Sekretariat Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Nandana Aditya Bhaswara, mengungkapkan bahwa Indonesia perlu mempercepat peningkatan mutu agar setara dengan negara lain. “Skor PISA 2022 menempatkan Indonesia di peringkat 70 dari 80 negara untuk literasi. Selain itu, masih ada sekitar 4 dari 10 murid yang belum mencapai kompetensi minimum literasi dan numerasi berdasarkan Asesmen Nasional 2023,” jelasnya dalam paparan tersebut.

Dua Pilar Menuju Generasi Unggul Program Sekolah Model ini mengusung dua pilar utama sebagai katalis perubahan adalah:

  1. Pembelajaran Mendalam (PM) yang bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna (meaningful), penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful) guna mengembangkan 6 Kompetensi Global (6C): karakter, kewarganegaraan, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis.
  2. Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang difokuskan pada peningkatan literasi digital, kemampuan berpikir komputasional, serta pemanfaatan teknologi AI secara produktif dan bertanggung jawab. Kedua pilar ini diharapkan mampu membangun fondasi generasi yang siap menghadapi proyeksi 149 juta pekerjaan baru di bidang digital pada tahun 2025.

Pemerintah menargetkan sebanyak 1.000 Sekolah Model pada tahun pertama implementasi. Untuk menjaga mutu dan keberlanjutan program, seleksi ketat akan diberlakukan dengan kriteria utama antara lain:

  • Akreditasi minimal B.
  • Capaian Rapor Pendidikan (literasi dan numerasi) minimal kategori sedang/kuning.
  • Telah menerapkan KKA sebagai mata pelajaran pilihan (khusus untuk Sekolah Model KKA).
  • Memiliki komitmen kuat dari kepala satuan pendidikan dan dukungan dari Pemerintah Daerah atau yayasan.

Alur Pendampingan dan Linimasa Implementasi Sekolah Model akan dilakukan melalui alur pendampingan yang intensif dan berkelanjutan. Berdasarkan linimasa yang ditetapkan, tahap Bimtek dan Pendampingan Intensif bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas akan berlangsung pada Februari hingga Juni 2026. Selanjutnya, tahap Implementasi dan Perbaikan Berkelanjutan akan dilaksanakan pada Juli hingga November 2026, yang mencakup supervisi serta monitoring oleh UPT dan tim daerah.

Sekolah yang terpilih nantinya akan berperan sebagai laboratorium inovasi, pusat belajar, dan penggerak ekosistem bagi sekolah lain di wilayahnya. Dengan kolaborasi antara Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan, dan mitra pembangunan, program ini diharapkan dapat memastikan investasi pendidikan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan abad ke-21.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di link berikut:
https://drive.google.com/file/d/1Pjn63efUwNt78YCIOJTVPkO9CT_7FWpa/view?usp=sharing

You may also like...