Krisis Pendidikan Global: Mengapa Hak Dasar Ini Berada di Titik Kritis dan Mengapa Investasi Sekarang Adalah Kunci

@ gambar dibuat oleh AI
GuruBelajar.com — Pendidikan adalah hak asasi manusia yang fundamental, sebuah alat pemberdayaan yang memperkuat komunitas dan memupuk masyarakat yang inklusif. Di jantung misi UNESCO, pendidikan dipandang sebagai proses seumur hidup yang membekali pelajar dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Namun, meskipun dunia telah menyaksikan kemajuan luar biasa dalam 80 tahun terakhir, hak ini kini berada dalam risiko yang serius.
Kemajuan yang Mengesankan, Namun Belum Merata
Dalam delapan dekade sejak UNESCO didirikan, akses global ke pendidikan telah berkembang pesat. Pada tahun 1950, hanya sekitar 47 persen anak usia 5–14 tahun di dunia yang mengenyam bangku sekolah. Saat ini, angka tersebut hampir dua kali lipat: 90 persen anak usia sekolah dasar dan 86 persen anak usia sekolah menengah pertama telah menikmati pendidikan.
Ancaman Nyata: Ratusan Juta Anak Masih Putus Sekolah
Meskipun kemajuan ini patut dirayakan, realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan yang mengkhawatirkan. Sekitar 272 juta anak dan kaum muda di seluruh dunia masih putus sekolah. Hampir tiga perempat dari mereka tinggal di Asia Tengah dan Selatan serta sub-Sahara Afrika.
Berbagai hambatan regional, ekonomi, sosial, dan budaya terus membatasi kesempatan, terutama bagi perempuan dan anak perempuan. Kondisi ini diperparah bagi anak-anak penyandang disabilitas, yang 2.5 kali lebih mungkin untuk tidak pernah bersekolah. Konflik juga sangat mengganggu pendidikan, dengan hampir seperempat miliar anak dan remaja yang terkena dampak krisis sangat membutuhkan kesempatan belajar. Selain itu, peristiwa iklim ekstrem turut mengganggu persekolahan jutaan siswa di seluruh dunia.
UNESCO memperkirakan bahwa untuk mencapai target pendidikan untuk semua pada tahun 2030, seorang anak harus mendaftar sekolah setiap dua detik dari sekarang.
Mengapa Pendidikan Sangat Penting?
Pendidikan adalah salah satu alat paling ampuh untuk mengangkat anak-anak dan orang dewasa yang terpinggirkan dari kemiskinan dan merupakan pendorong hak asasi manusia fundamental lainnya. Ini adalah batu penjuru perdamaian, keadilan, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Pendidikan memungkinkan individu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat. Melalui pengajaran dan pembelajaran, masyarakat mewariskan pengetahuan, nilai-nilai, dan kompetensi penting lintas generasi. Pendidikan membangun literasi dan numerasi dasar, memperkuat keterampilan sosial dan emosional, serta membekali orang untuk membuat pilihan yang tepat tentang kehidupan mereka dan komunitas mereka.
Investasi Pendidikan: Investasi Masa Depan yang Cerdas
Pendidikan adalah salah satu investasi terbaik yang dapat dilakukan masyarakat untuk masa depannya. Pembelajaran mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan potensi pendapatan. Di negara-negara berkembang, setiap US1yangdiinvestasikandalampendidikanmenghasilkanpertumbuhanekonomisebesarUS10 hingga US$15. Sejak 1980, perbaikan akses pendidikan telah mengurangi kemiskinan ekstrem sebesar 40 persen.
Sebaliknya, harga dari kelalaian berinvestasi dalam pendidikan sangatlah besar. Tanpa keterampilan literasi dan numerasi yang diperlukan, pelajar memiliki lebih sedikit kesempatan untuk berkembang. Putus sekolah dan kesenjangan pendidikan diproyeksikan akan merugikan ekonomi global hingga $10 triliun per tahun pada tahun 2030.
Seruan untuk Bertindak: Krisis Pendanaan dan Kebutuhan Guru
UNESCO mendesak pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk segera meningkatkan investasi mereka dalam pendidikan. Saat ini, hanya empat dari sepuluh negara yang memenuhi tolok ukur pengeluaran pendidikan sebesar 4 persen dari PDB. Lebih memprihatinkan lagi, bantuan internasional untuk pendidikan diproyeksikan turun sebesar 25% antara tahun 2023 dan 2027. Untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah-bawah, diperkirakan dibutuhkan peningkatan tahunan sebesar $97 miliar untuk mencapai tujuan pendidikan berkualitas untuk semua pada tahun 2030.
Berinvestasi dalam sistem pendidikan yang tangguh juga berarti berinvestasi pada guru. Tanpa profesi guru yang terlatih, dihargai, dan didukung, tidak akan ada pendidikan berkualitas. UNESCO memperkirakan bahwa 44 juta guru tambahan perlu direkrut pada tahun 2030 untuk mencapai tujuan pendidikan dasar dan menengah berkualitas untuk semua, yang membutuhkan investasi global sebesar $120 miliar per tahun hanya untuk menutupi gaji mereka.
Peran UNESCO dalam Melindungi dan Mendukung Pendidikan
Sebagai badan khusus PBB untuk pendidikan, UNESCO memimpin upaya kemajuan menuju tujuan pendidikan global (SDG4). UNESCO mendukung pemerintah di seluruh dunia untuk merancang dan menerapkan kebijakan, rencana, dan praktik pendidikan yang sukses, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi dan seterusnya.
UNESCO juga mempromosikan kesetaraan gender di seluruh sistem pendidikan dan memantau hak pendidikan bagi anak perempuan dan perempuan. Salah satu pilar utamanya adalah Konvensi UNESCO melawan Diskriminasi dalam Pendidikan tahun 1960, instrumen internasional mengikat secara hukum yang pertama yang didedikasikan sepenuhnya untuk hak atas pendidikan.+1
Melindungi pendidikan juga berarti menjaga sekolah tetap aman dari serangan yang ditargetkan dan segala bentuk kekerasan. Pendidikan harus diprioritaskan dalam situasi darurat sebagai bagian penting dari respons kemanusiaan. Hingga April 2025, lebih dari 120 juta orang terpaksa mengungsi akibat perang, penganiayaan, atau bencana alam—angka tertinggi yang pernah tercatat. UNESCO telah menerapkan lebih dari 320 inisiatif pendidikan dalam situasi darurat sejak 2020, menjangkau sekitar 42.5 juta orang.
Sumber: https://www.unesco.org/en/articles/what-you-need-know-about-education-and-why-it-matters