Tiga Tahun Perang Sudan: Perjuangan Menyelamatkan Masa Depan 8 Juta Anak yang Terputus Sekolah

@ Gambar dari wikimedia.org

GuruBelajar.com — Tiga tahun sejak konflik pecah di Sudan, dunia pendidikan di negara tersebut berada dalam titik nadir. Lebih dari 8 juta anak dan remaja (lebih dari setengah populasi usia sekolah) terpaksa putus sekolah akibat krisis. Wilayah seperti Darfur menjadi yang terdampak paling parah, di mana ruang kelas tidak lagi bersuara karena peperangan.

Namun, di tengah reruntuhan, sebuah harapan baru muncul melalui kolaborasi internasional yang dipimpin oleh UNESCO dan Global Partnership for Education (GPE).

Strategi “Satu Komando”: Transitional Education Plan (TEP) 2025–2027

Untuk pertama kalinya, mitra kemanusiaan dan pembangunan bersatu di bawah satu kerangka kerja formal bernama Transitional Education Plan (TEP). Rencana ini menghapus sistem paralel yang tidak efisien dan menyatukan berbagai donatur dalam satu peta jalan terpadu.

Pilar Utama Pemulihan Pendidikan Sudan:

  1. Integrasi Data: Membangun sistem pemantauan bersama untuk melacak pendanaan dan progress di lapangan guna memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
  2. Modalitas Belajar Alternatif: Menggunakan instruksi berbasis radio dan platform digital bagi anak-anak yang belum bisa kembali ke sekolah formal.
  3. Dukungan Guru: Memberikan pelatihan psikososial bagi guru yang mengalami trauma dan memastikan mereka mendapatkan insentif meski dalam kondisi mengungsi.
  4. Resiliensi Sistem: Memperkuat infrastruktur pendidikan agar tahan terhadap guncangan konflik di masa depan dan risiko iklim.

Tantangan yang Masih Rapuh

Meskipun fondasi telah dibangun, UNESCO memperingatkan bahwa kemajuan ini sangat rapuh. Masih terdapat celah pendanaan sebesar USD 307 juta yang harus ditutup untuk merealisasikan TEP hingga 2027.

Target Mendesak hingga 2027:

  • Membuka kembali 35% sekolah yang masih tutup.
  • Menjangkau kembali 8 juta pelajar yang masih berada di luar sistem.
  • Merehabilitasi ruang kelas yang rusak akibat perang.

“Anak-anak dan pemuda Sudan tidak menyerah pada masa depan mereka. Maka, dunia pun tidak boleh menyerah pada mereka. Kolektivitas adalah kunci untuk mengubah keuntungan yang rapuh menjadi hasil yang abadi.” — Pesan UNESCO.

Sumber: https://www.unesco.org/en/articles/three-years-war-sudan

You may also like...