Hardiknas 2 Mei 2026: Merefleksikan Keteladanan Ki Hajar Dewantara di Era Partisipasi Semesta

Gambar dibuat oleh AI

GuruBelajar.com — Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Semangat yang diusung tahun 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sejatinya adalah manifestasi modern dari filosofi perjuangan Ki Hajar Dewantara yang memandang pendidikan sebagai “tuntunan” bagi tumbuh kembang anak.

3 Pilar Keteladanan (Trilogi Pendidikan):

Filosofi ini tetap menjadi kompas utama bagi 2,7 juta guru yang telah tersertifikasi di Indonesia:

  1. Ing Ngarsa Sung Tulada (Di depan memberi teladan) Seorang pendidik harus menjadi figur yang pantas dicontoh dalam integritas dan etika, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
  2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat) Guru bertindak sebagai fasilitator yang membangkitkan kemauan dan kreativitas siswa (seperti dalam proyek pembuatan Zine atau Koding).
  3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan) Memberikan kepercayaan kepada siswa untuk mandiri dan berkembang sesuai kodrat alam dan zamannya.

Relevansi Ajaran Ki Hajar Dewantara di Tahun 2026:

  • Pendidikan yang Memerdekakan: Relevan dengan sistem PJJ dan Sekolah Model, di mana teknologi digunakan untuk memerdekakan akses, bukan untuk membelenggu kreativitas.
  • Kodrat Zaman: Beliau menekankan bahwa pendidikan harus adaptif terhadap perubahan zaman. Penguasaan Kecerdasan Artifisial oleh guru saat ini adalah bentuk pemenuhan kodrat zaman tersebut.
  • Pendidikan untuk Semua: Semangat beliau menentang diskriminasi pendidikan di era kolonial kini diwujudkan melalui Beasiswa Talenta dan penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.

You may also like...